Kamis, 20 Desember 2012




Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Amma ba'du. Assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Salah seorang  pernah bertanya kepada saya mengenai kiamat, tanda-tanda dan bagaimana terjadinya.

Tema tentang kiamat telah dibicarakan oleh Al-Qur'anul Karim dan dijelaskan oleh sunah muthaharah. Adapula buku yang ditulis khusus mengenai tema ini, seperti kitab Isya'ah Ji Asyrathis Sa'ah.

Pembicaraan mengenai tema ini bisa panjang lebar, tetapi dalam kesempatan seperti ini, saya berusaha menekan dan meringkas pembahasannya, lantas mengambil pelajaran darinya, supaya pembahasan ini bisa menggambarkan maksud secara jelas, menghilangkan keraguan, dan mencegah kerancuan.

Kiamat merupakan misteri. Allah telah memonopoli pengetahuan mengenainya dan tidak memberitahukannya kepada seorang pun.

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim." (Luqman: 34) "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadinya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu keda-tangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu ddak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'" (Al-A'raf: 187)

"Dan tahukah kamu (wahai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya?" (Al-Ahyab: 63)

Jadi, kiamat adalah misteri, yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Ia akan mendatangi manusia secara tiba-tiba. Tetapi waktu kedatangannya sudah dekat. "Telah dekat (datangnya) kiamat dan telah terbelah bulan." (Al-Qamar: 1)

Inilah pandangan Al-Qur'anul Karim mengenai kiamat. Adapun mengenai tanda-tanda kiamat, ia juga telah memberikan isyarat sekilas tanpa menjelaskannya secara mendetail. Sebagaimana firman Allah, "Dan tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka secara tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya." (Muhammad: 18)

Di antara tanda-tanda kedatangan kiamat adalah keluarnya binatang melata sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah swt., "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (An-Naml: 82)

Kemudian turunnya Isa as. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu ragu tentang kiamat itu." (Ay-Zukhruf: 61)

Dan firman Allah, "Tiada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya." (An-Nisa': 159)

Kemudian keluarnya Ya'juj dan Ma'juj sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, "Mereka berkata, 'Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu
..." (Al-Kahfi: 94) sampai firman Allah: "...Maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka semuanya." (Al-Kahfi: 98)

Dan firman Allah swt., "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (Al-Anbiya': 96)

Kemudian munculnya asap di langit sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih." (Ad-Dukhan: 10-11)

Inilah tanda-tanda kiamat yang disebutkan secara global. Adapun bagaimana peristiwa yang terjadi ketika kiamat, maka telah diisyaratkan oleh Al-Qur'anul Karim dalam firman Allah, "Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan," (At-Takwir: 1-2) dan ayat-ayat selanjutnya.

Kemudian dalam firman Allah, "Apabila hari kiamat terjadi. Tak seorang pun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan lain). Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. Maka jadilah ia debu yang beterbangan." (Al-Waqi'ah: 1-6) "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan." (An-Naml: 88) "Yaitu pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa." (Ibrahim: 48)

Kondisi yang digambarkan oleh Al-Qur'an ini sungguh menakjub- kan dan merupakan salah satu kemukjizatannya. Ia tidak pernah menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan akal, yang sukar dipahami oleh manusia, atau yang membutuhkan pemikiran rumit. Bahkan, perkara-perkara yang ditegaskan oleh para astronom tidak bertentangan dengan apa yang tercantum dalam Al-Qur'anul Karim, karena ia merupakan kitab universal yang tidak membahas detail-detail masalah, tetapi hanya menyebutkan masalah-masalah yang bersifat umum. Maka, ketika Anda mempercayainya, hendaknya Anda mempercayainya tanpa keraguan sedikit pun.

jika beralih kepada pembicaraan tentang kiamat dalam hadits, maka kita mendapati bahwa kita diperintah untuk mengambil hadits-hadits yang shahih dan bersih dari cacat. "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian." (Al-Ah^ab: 21)

Kita mendapati hadits-hadits ini sesuai dengan kitab Allah dan tidak ada pertentangan di antara keduanya. Rasulullah saw. telah menyatakan bahwa beliau tidak mengetahui tentang kiamat, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang masyhur ketika beliau ditanya oleh Jibril as. mengenai kiamat. Beliau menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya." Kemudian beliau menyatakan bahwa kiamat itu sudah dekat, di dalam sabda beliau, "Aku diutus sedangkan jarak antara diriku dengan kiamat seperti ini."

Banyak hadits yang berbicara tentang tanda-tanda kiamat diriwayat- kan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan para muhadits lain.

Bisa dilihat bahwa Nabi saw. dalam kebanyakan hadits-hadits ini memberikan keterangan singkat sebagaimana hadits-hadits mengenai fitnah dan tanda-tanda kiamat. Sebagian dari hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Ia berkebangsaan Yahudi, dan pernah muncul di zaman Nabi saw. sampai-sampai Umar ra. meminta izin kepada beliau untuk membunuhnya. Lantas Nabi saw. bersabda,

"Jika ia bisa diketahui, kamu tidak bisa juga mengalahkannya."

Beberapa hadits menyebutkan banyak sifat-sifatnya, di antaranya bahwa ia akan turun di akhir zaman.

Kemudian kita mendapati motif-motif politis melatarbelakangi pembuatan cerita-cerita yang menggambarkan Al-Mahdi Al-Muntazhar dan hadits-hadits palsu mengenainya. Misalnya: "Khalifah Allah di bumi-Nya adalah Al-Mahdi." Hadits palsu ini dibuat lantaran khalifah yang memegang kekuasaan ketika itu adalah Al-Mahdi dari dinasti Bani Abas. Ini merupakan klaim politis. Karena itu, kita tidak mendapati sunah yang shahih yang menguatkan anggapan tentang Al-Mahdi ini. Status hadits-hadits mengenainya berkisar antara lemah dan palsu.

Kemudian, jika Anda mengetahui bahwa ada sebagian orang yang menyampaikan keterangan-keterangan aneh tentang Ya'juj dan Ma'juj, sampai-sampai mereka mengatakan, "Yajuj dan Majuj bukan manusia keturunan Adam", niscaya Anda tahu adanya idhthirab 2) dalam hadits-
Idhtbirab adalah terjadinya pertentangan antara matan atau/dan sanad hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dengan sanad atau/dan matan hadits yang diriwayatkan oleh perawi lain yang lebih kuat tanpa bisa dicari titik temu antara keduanya, pen.
hadits tersebut. Jika kita memperhatikan ini, di samping memperhatikan keterangan-keterangan yang bersifat global dan sekilas, maka kita mengetahui bahwa kita tidak terikat dengan berita-berita seperti ini. Kita tidak harus menggambarkannya secara terperinci sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para penulis. Kita hanya mengimaninya secara global sebagaimana penjelasan global yang diberikan Rasulullah saw. kepada kita, misalnya dalam hadits-hadits tentang fitnah, peristiwaperistiwa alam seperti terbitnya matahari dari barat, dan peristiwaperistiwa sosial seperti kekacauan di antara bangsa-bangsa. Satu hal yang aneh, orang-orang Yahudi mencita-citakan berdirinya negara di tanah Palestina, di rumah Daud, karena beranggapan bahwa akan ada seorang raja yang datang dengan mengendarai keledai ke Baitul Maqdis. Mereka masih menunggunya hingga sekarang.

Di antara hal-hal unik yang selayaknya diingat dari kisah Nabi saw, bahwa beliau saw. pernah masuk Palestina bersama sahabat-sahabatnya dengan mengendarai keledai. Seharusnya ini bisa menjadi bukti pembenar nubuwah bagi orang-orang Yahudi.

Tetapi, mustahil mereka mau mengakui hal itu, karena Allah telah menggariskan nista dan kehinaan bagi mereka hingga hari kiamat.

'Dan (ingatlah) ketika Tuhan kalian memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya." (Al-A'raf: 167) 

"Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas."(Al-Baqarah: 61)

Ringkasnya, Ikhwan sekalian, orang-orang mukmin wajib beriman kepada perkara-perkara ini secara global serta berpegang teguh kepada kitab dan sunah mereka, setelah itu hendaklah mereka membiarkan perincian dari semua itu dibuktikan oleh waktu. Waktulah yang akan menyempurnakan penjelasannya.


Al Haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai Al Haqqah, karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu termasuk pengetahuan yang gaib, yang diketahui manusia hanyalah yang diterangkan Alquran saja.

Apa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya Hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang hakikat dan bentuk kejadian yang terjadi pada Hari Kiamat, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang tidak dapat dicapai oleh makhluk. Tidak ada seorangpun yang dapat mengira-ngirakan keadaan Hari Kiamat itu. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena kiamat itu tidak dapat diketahui hakikatnya, tentu orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat mereka ketahui atau pikiran mereka tidak akan dapat mencapai pengetahuan itu.

Ayat ayat lain di alquran yang menjelaskan tentang kiamat

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). Hud:103

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? Yusuf:107

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. Al-Hijr:85

Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. An-Nahl:77

Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka , orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya"Al-Kahfi:21

Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. Thaahaa:15

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). Al-Hajj:1

dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. Al-Hajj:7

Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa. Ar-Ruum:12

Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Ar-Ruum:14

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Luqman:34

Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. Al-Mu`min:59

Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat . Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka: "Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?" , mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)". Al-Fushshilat:47

Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. Az-Zukhruf:66

Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Az-Zukhruf:85

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? Muhammad:18

Telah dekat terjadinya hari kiamat. An-Najm:57

Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Al-Qamar:46

Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".Al-Mulk:27

Allah berfirman :" Yang memiliki Hari Pembalasan ( surat al-fatihah:4).

Allah subhanahu wata'ala sajalah yang memiliki hari kiamat, yang saat itu dibalas mahluk atas yang telah mereka amalkan didunia. Dalam seluruh rakaat shalat maka seorang muslim membaca ayat ini yang terus mengingatkan tentang akan terjadinya hari kiamat, sehingga memotivasi untuk terus beramal shalih dan giat dalam hal itu, dan meninggalkan segala mcam bentuk dosa-dosa, kemaksiatan dan keburukan.
Allah berfirman :" Hanya untuk-Mu kami menyembah, dan hanya untuk-Mu kami mohon ditolong ( surat al-fatihah:4).

Sesungguhnya kami mengkhususkan hanya untuk Engkau (Allah) semata dalam beribadah, dan dalam seluruh urusan kami maka kami memohon untuk ditolong, karena tidak ada yang memiliki segala urusan walalu seberat dzarah (atom) kecuali Allah semata, dan dalam ayat ini adalah dalil bahwa seluruh ibadah hanya boleh untuk Allah semata tidak boleh untuk selain-Nya, diantaranya berdoa, beristghotsah, menyembelih, thawaf, serta didalam ibadah maka harius terbebas dari riya' beribadah hanya ingin dilihat manusia , ujub dan merasa sombong dengan diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar