Kita
panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam
untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta
siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.
Amma ba'du.
Assalamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Salah
seorang pernah bertanya kepada saya
mengenai kiamat, tanda-tanda dan bagaimana terjadinya.
Tema tentang
kiamat telah dibicarakan oleh Al-Qur'anul Karim dan dijelaskan oleh sunah
muthaharah. Adapula buku yang ditulis khusus mengenai tema ini, seperti kitab
Isya'ah Ji Asyrathis Sa'ah.
Pembicaraan
mengenai tema ini bisa panjang lebar, tetapi dalam kesempatan seperti ini, saya
berusaha menekan dan meringkas pembahasannya, lantas mengambil pelajaran
darinya, supaya pembahasan ini bisa menggambarkan maksud secara jelas,
menghilangkan keraguan, dan mencegah kerancuan.
Kiamat
merupakan misteri. Allah telah memonopoli pengetahuan mengenainya dan tidak
memberitahukannya kepada seorang pun.
"Sesungguhnya
Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dialah
Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim." (Luqman:
34) "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadinya?'
Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi
Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu keda-tangannya selain
Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di
bumi. Kiamat itu ddak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka
bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguhnya
pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan
manusia tidak mengetahui.'" (Al-A'raf: 187)
"Dan
tahukah kamu (wahai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat
waktunya?" (Al-Ahyab: 63)
Jadi, kiamat
adalah misteri, yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Ia akan mendatangi
manusia secara tiba-tiba. Tetapi waktu kedatangannya sudah dekat. "Telah
dekat (datangnya) kiamat dan telah terbelah bulan." (Al-Qamar: 1)
Inilah
pandangan Al-Qur'anul Karim mengenai kiamat. Adapun mengenai tanda-tanda
kiamat, ia juga telah memberikan isyarat sekilas tanpa menjelaskannya secara
mendetail. Sebagaimana firman Allah, "Dan tidaklah yang mereka
tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka secara
tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya." (Muhammad:
18)
Di antara
tanda-tanda kedatangan kiamat adalah keluarnya binatang melata sebagaimana yang
disebutkan dalam firman Allah swt., "Dan apabila perkataan telah jatuh
atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan
mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada
ayat-ayat Kami." (An-Naml: 82)
Kemudian
turunnya Isa as. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, "Dan
sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.
Karena itu, janganlah kamu ragu ragu tentang kiamat itu." (Ay-Zukhruf: 61)
Dan firman
Allah, "Tiada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya
sebelum kematiannya." (An-Nisa': 159)
Kemudian
keluarnya Ya'juj dan Ma'juj sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"Mereka berkata, 'Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu
orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan
suatu pembayaran kepadamu
..."
(Al-Kahfi: 94) sampai firman Allah: "...Maka apabila sudah datang janji
Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah
benar. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang
lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka
semuanya." (Al-Kahfi: 98)
Dan firman
Allah swt., "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan
mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." (Al-Anbiya':
96)
Kemudian
munculnya asap di langit sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi
manusia. Inilah adzab yang pedih." (Ad-Dukhan: 10-11)
Inilah
tanda-tanda kiamat yang disebutkan secara global. Adapun bagaimana peristiwa
yang terjadi ketika kiamat, maka telah diisyaratkan oleh Al-Qur'anul Karim
dalam firman Allah, "Apabila matahari digulung. Dan apabila
bintang-bintang berjatuhan," (At-Takwir: 1-2) dan ayat-ayat selanjutnya.
Kemudian
dalam firman Allah, "Apabila hari kiamat terjadi. Tak seorang pun dapat
berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan
meninggikan (golongan lain). Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.
Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. Maka jadilah ia debu
yang beterbangan." (Al-Waqi'ah: 1-6) "Dan kamu lihat gunung-gunung
itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana
jalannya awan." (An-Naml: 88) "Yaitu pada hari (ketika) bumi diganti
dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di
padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi
Mahaperkasa." (Ibrahim: 48)
Kondisi yang
digambarkan oleh Al-Qur'an ini sungguh menakjub- kan dan merupakan salah satu
kemukjizatannya. Ia tidak pernah menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan
akal, yang sukar dipahami oleh manusia, atau yang membutuhkan pemikiran rumit.
Bahkan, perkara-perkara yang ditegaskan oleh para astronom tidak bertentangan
dengan apa yang tercantum dalam Al-Qur'anul Karim, karena ia merupakan kitab
universal yang tidak membahas detail-detail masalah, tetapi hanya menyebutkan
masalah-masalah yang bersifat umum. Maka, ketika Anda mempercayainya, hendaknya
Anda mempercayainya tanpa keraguan sedikit pun.
jika beralih
kepada pembicaraan tentang kiamat dalam hadits, maka kita mendapati bahwa kita
diperintah untuk mengambil hadits-hadits yang shahih dan bersih dari cacat.
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagi kalian." (Al-Ah^ab: 21)
Kita
mendapati hadits-hadits ini sesuai dengan kitab Allah dan tidak ada
pertentangan di antara keduanya. Rasulullah saw. telah menyatakan bahwa beliau
tidak mengetahui tentang kiamat, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah
hadits yang masyhur ketika beliau ditanya oleh Jibril as. mengenai kiamat.
Beliau menjawab, "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya."
Kemudian beliau menyatakan bahwa kiamat itu sudah dekat, di dalam sabda beliau,
"Aku diutus sedangkan jarak antara diriku dengan kiamat seperti ini."
Banyak
hadits yang berbicara tentang tanda-tanda kiamat diriwayat- kan oleh
Al-Bukhari, Muslim, dan para muhadits lain.
Bisa dilihat
bahwa Nabi saw. dalam kebanyakan hadits-hadits ini memberikan keterangan singkat
sebagaimana hadits-hadits mengenai fitnah dan tanda-tanda kiamat. Sebagian dari
hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Ia berkebangsaan
Yahudi, dan pernah muncul di zaman Nabi saw. sampai-sampai Umar ra. meminta
izin kepada beliau untuk membunuhnya. Lantas Nabi saw. bersabda,
"Jika
ia bisa diketahui, kamu tidak bisa juga mengalahkannya."
Beberapa
hadits menyebutkan banyak sifat-sifatnya, di antaranya bahwa ia akan turun di
akhir zaman.
Kemudian
kita mendapati motif-motif politis melatarbelakangi pembuatan cerita-cerita
yang menggambarkan Al-Mahdi Al-Muntazhar dan hadits-hadits palsu mengenainya.
Misalnya: "Khalifah Allah di bumi-Nya adalah Al-Mahdi." Hadits palsu
ini dibuat lantaran khalifah yang memegang kekuasaan ketika itu adalah Al-Mahdi
dari dinasti Bani Abas. Ini merupakan klaim politis. Karena itu, kita tidak
mendapati sunah yang shahih yang menguatkan anggapan tentang Al-Mahdi ini.
Status hadits-hadits mengenainya berkisar antara lemah dan palsu.
Kemudian,
jika Anda mengetahui bahwa ada sebagian orang yang menyampaikan
keterangan-keterangan aneh tentang Ya'juj dan Ma'juj, sampai-sampai mereka
mengatakan, "Yajuj dan Majuj bukan manusia keturunan Adam", niscaya
Anda tahu adanya idhthirab 2) dalam hadits-
Idhtbirab adalah
terjadinya pertentangan antara matan atau/dan sanad hadits yang diriwayatkan
oleh seorang perawi dengan sanad atau/dan matan hadits yang diriwayatkan
oleh perawi lain yang lebih kuat tanpa bisa dicari titik temu antara
keduanya, pen.
hadits
tersebut. Jika kita memperhatikan ini, di samping memperhatikan
keterangan-keterangan yang bersifat global dan sekilas, maka kita mengetahui
bahwa kita tidak terikat dengan berita-berita seperti ini. Kita tidak harus
menggambarkannya secara terperinci sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para
penulis. Kita hanya mengimaninya secara global sebagaimana penjelasan global
yang diberikan Rasulullah saw. kepada kita, misalnya dalam hadits-hadits
tentang fitnah, peristiwaperistiwa alam seperti terbitnya matahari dari barat,
dan peristiwaperistiwa sosial seperti kekacauan di antara bangsa-bangsa. Satu
hal yang aneh, orang-orang Yahudi mencita-citakan berdirinya negara di tanah
Palestina, di rumah Daud, karena beranggapan bahwa akan ada seorang raja yang
datang dengan mengendarai keledai ke Baitul Maqdis. Mereka masih menunggunya
hingga sekarang.
Di antara
hal-hal unik yang selayaknya diingat dari kisah Nabi saw, bahwa beliau saw.
pernah masuk Palestina bersama sahabat-sahabatnya dengan mengendarai keledai.
Seharusnya ini bisa menjadi bukti pembenar nubuwah bagi orang-orang Yahudi.
Tetapi,
mustahil mereka mau mengakui hal itu, karena Allah telah menggariskan nista dan
kehinaan bagi mereka hingga hari kiamat.
'Dan
(ingatlah) ketika Tuhan kalian memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim
kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan
menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya." (Al-A'raf: 167)
"Lalu
ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan serta mereka mendapat kemurkaan
dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayatayat Allah
dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena
mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas."(Al-Baqarah: 61)
Ringkasnya,
Ikhwan sekalian, orang-orang mukmin wajib beriman kepada perkara-perkara ini
secara global serta berpegang teguh kepada kitab dan sunah mereka, setelah itu
hendaklah mereka membiarkan perincian dari semua itu dibuktikan oleh waktu.
Waktulah yang akan menyempurnakan penjelasannya.
Al Haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai Al
Haqqah, karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat
dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat
itu termasuk pengetahuan yang gaib, yang diketahui manusia hanyalah yang
diterangkan Alquran saja.
Apa yang dapat dijadikan sumber
pengetahuan untuk mengetahui terjadinya Hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini
dipahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan keterangan kepada
manusia tentang hakikat dan bentuk kejadian yang terjadi pada Hari Kiamat,
karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang tidak dapat
dicapai oleh makhluk. Tidak ada seorangpun yang dapat mengira-ngirakan keadaan
Hari Kiamat itu. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah
digambarkan oleh siapa pun. Karena kiamat itu tidak dapat diketahui hakikatnya,
tentu orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka
mengingkarinya berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat mereka
ketahui atau pikiran mereka tidak akan dapat mencapai pengetahuan itu.
Ayat ayat lain di alquran yang menjelaskan tentang kiamat
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat
itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya,
dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). Hud:103
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang
meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak,
sedang mereka tidak menyadarinya? Yusuf:107
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada
di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat)
itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. Al-Hijr:85
Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit
dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap
mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. An-Nahl:77
Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan
mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa
kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang
itu berselisih tentang urusan mereka , orang-orang itu berkata: "Dirikan
sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang
mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata:
"Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di
atasnya"Al-Kahfi:21
Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku
merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang
ia usahakan. Thaahaa:15
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan
hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). Al-Hajj:1
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak
ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam
kubur. Al-Hajj:7
Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang
berdosa terdiam berputus asa. Ar-Ruum:12
Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka
(manusia) bergolong-golongan. Ar-Ruum:14
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan
tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui
apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan
pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui
di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal. Luqman:34
Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tidak ada
keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. Al-Mu`min:59
Kepada-Nyalah dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat
. Dan tidak ada buah-buahan keluar dari kelopaknya dan tidak seorang
perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan
sepengetahuan-Nya. Pada hari Tuhan memanggil mereka: "Dimanakah
sekutu-sekutu-Ku itu?" , mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada
Engkau bahwa tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa
Engkau punya sekutu)". Al-Fushshilat:47
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat
kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. Az-Zukhruf:66
Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi;
dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang
hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Az-Zukhruf:85
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat
(yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah
datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu
apabila Kiamat sudah datang? Muhammad:18
Telah dekat terjadinya hari kiamat. An-Najm:57
Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan
kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Al-Qamar:46
Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat
itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi
peringatan yang menjelaskan".Al-Mulk:27
Allah berfirman :" Yang
memiliki Hari Pembalasan ( surat al-fatihah:4).
Allah subhanahu wata'ala sajalah yang memiliki hari kiamat, yang saat itu dibalas mahluk atas yang telah mereka amalkan didunia. Dalam seluruh rakaat shalat maka seorang muslim membaca ayat ini yang terus mengingatkan tentang akan terjadinya hari kiamat, sehingga memotivasi untuk terus beramal shalih dan giat dalam hal itu, dan meninggalkan segala mcam bentuk dosa-dosa, kemaksiatan dan keburukan.
Allah subhanahu wata'ala sajalah yang memiliki hari kiamat, yang saat itu dibalas mahluk atas yang telah mereka amalkan didunia. Dalam seluruh rakaat shalat maka seorang muslim membaca ayat ini yang terus mengingatkan tentang akan terjadinya hari kiamat, sehingga memotivasi untuk terus beramal shalih dan giat dalam hal itu, dan meninggalkan segala mcam bentuk dosa-dosa, kemaksiatan dan keburukan.
Allah berfirman :" Hanya
untuk-Mu kami menyembah, dan hanya untuk-Mu kami mohon ditolong ( surat
al-fatihah:4).
Sesungguhnya kami mengkhususkan
hanya untuk Engkau (Allah) semata dalam beribadah, dan dalam seluruh urusan
kami maka kami memohon untuk ditolong, karena tidak ada yang memiliki segala
urusan walalu seberat dzarah (atom) kecuali Allah semata, dan dalam ayat ini
adalah dalil bahwa seluruh ibadah hanya boleh untuk Allah semata tidak boleh
untuk selain-Nya, diantaranya berdoa, beristghotsah, menyembelih, thawaf, serta
didalam ibadah maka harius terbebas dari riya' beribadah hanya ingin dilihat
manusia , ujub dan merasa sombong dengan diri sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar